Rabu, 20 Mei 2009

laporan jarkom 6

Nama : RIA RESTI AFNI

NIM/BP : 80607/06

Prodi : Pend. Teknik Elektronika

Fakultas : Teknik UNP

MK :Prak. Instalasi dan Jaringan Komputer

Topik : Administrator Jaringan

Judul : PC-Router


  1. TUJUAN

Setelah praktikum berakhir, mahasiswa dapat:

  1. Memahami konsep routing dengan benar

  2. Memahami yang terjadi pada router (perangkat routing)

  3. Melakukan instalasi dan konfigurasi dari perangkat router


  1. ALAT DAN BAHAN

  1. Komputer (PC router)

  2. Komputer (PC klien)

  3. Sistem operasi dengan fasilitas NOS

  4. NIC

  5. Kabel UTP yang telah terpasang

  6. Hub switch


  1. TEORI PENDUKUNG

Agar suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan maka proses perouteran merupakan hal yanng penting dilakukan dalam pengelolaan jaringan komputer WAN. Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain.

Untuk keperluan jaringan berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router (dedicated router) atau router yang berdiri sendiri yaitu sebuah peralatan yang berfungsi melakukan proses hubungan koneksi dua buah model jaringan atau lebih, seperti Cisco, Juniper, 3Com, baynetwork, dan lainnya.

Selain router dedicated ada juga router yang menggunakan PC router yaitu PC yang digunakan sebagai router (routing), biasanya yang digunakan adalah PC-Multihomed yaitu computer yang memiliki lebih dari 1 NIC (Network Interface Card).

Untuk desain route sederhana dapat digunakan Default Gateway sedangkan untuk kondisi jaringan yang sudah begitu kompleks dapat menggunakan routing static atau kedua-duanya secara kombinasi yakni menggunakan default gateway dan static route apda titik-titik tertentu.

Tabel routing terdiri atas ebtri-entri rute dan setiap entri rute terdiri dari IP address, tanda untuk menunjukkan routing langsung atau tidak langsung, alamat router, dan nomor interface.

  1. LANGKAH KERJA PRAKTIKUM

Konfigurasi PC Router dengan Default Gateway

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum

  2. Memastikan computer PC untuk server dan klien dalam keadaan baik dan kabel UTP telah terpasang dengan benar

  3. Menghidupkan computer dengan menekan tombol power

  4. Memasang sebuah router pada model instalasi/setup dengan jaringan WAN UNP

  5. Melakukan login ke IOS program (Internal Operating Sistem) dengan menggunakan WEB dan tanpa mengaktifkan proxy.

  6. Menglogin ke http://192.168.1.1 dengan menggunakan user name dan password sesuai dengan user manual yang terdapat pada produk

  7. Melakukan konfigurasi untuk keperluan router menghubungkan WAN UNP dengan IP 10.1.1.104 dan jaringan LAN dengan IP 192.168.194.xxx

  8. Menjalankan service routing yang ada pad administrator tool pada

  1. EVALUASI

  2. KESIMPULAN

  3. REFERENSI

Neibauer, Alan. 2000. Membuat Jaringan Komputer untuk Perusahaan Kecil (edisi translet: Small Business Solution for Network). Jakarta: Elex Media

Wijaya, Hendra. 2001. Belajar Sendiri CISCO Router. Jakarta: Elex Media

http://www.ilmukomputer.com

http://www.incentre.net/incentre/frame/




laporan jarkom 5

Nama : RIA RESTI AFNI

BP/NIM : 06/80607

Prodi : Pend. Teknik Elektronika

Fakultas : Teknik Universitas Negeri Padang

MK : Praktik Instalasi dan Jaringan Komputer

Judul : Sistem Operasi


  1. TUJUAN

Tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah agar mahasiswa mampu:

        1. Mengenal system operasi

        2. Melakukan sistem operasi XP


  1. ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum adalah:

        1. Komputer (PC)

        2. CD Master Windows XP


  1. TEORI PENDUKUNG

Sistem operasi windows 98 dan XP merupakan sistem operasi paling populer di Indonesia selain beberapa varian Linux yang saat ini sedang digemari para pecinta produk open source. Windows adalah system operasi milik pabrikan Microsoft yang sampai saat ini sudah mengeluarkan banyak versi, seperti windows 3.11, windows 95, windows 98, windows ME, windows 2000, windows XP dan lain-lain.

Proses Instalasi software dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:

  1. Melalui Prompt DOS

Cara ini dilakukan apabila belum terdapat system operasi dalam suatu komputer.

  1. Melalui Bootable CD

Cara ini dilakukan apabila CD master program yang akan diinstal bersifat bootable (bisa digunakan untuk booting) sehingga bisa mengganti fungsi sistem operasi saat proses booting berlangsung.

  1. Melalui Windows Explorer

Ini dilakukan apabila sudah terdapat sistem operasi windows.

Istilah-istilah dalam instalasi sebuah software.

  1. Autorun

Setelah CD master program yang akan diinstal dimasukkan ke CD drive, secara otomatis akan muncul tampilan wizard untuk melakukan proses instalasi tanpa harus mengakses ke file eksekusai instalasi (setup.exe / install.exe).

  1. Setup exe

Adalah nama file yang paling umum digunakan untuk menjalankan eksekusi installasi suatu software.

  1. Install exe

Merupakan nama file yang fungsinya sama dengan setup exe namun file ini jarang digunakan. Biasanya dalam CD master program menggunakan salah satu file itu (setup.exe atau install.exe) untuk menjalankan eksekusi instalasi software.

  1. CD key

Adalah kode yang digunakan untuk meregistrasi software yang diinstal sehingga mendapat lisensi dari pembuatnya. Saat menjalankan wizard instalasi software akan diminta kode untuk dimasukkan. Kode tersebut tersimpan dalam file berekstensi txt yang biasanya bernama Cdkey.txt atau Serial.txt atau serialno.txt dan nama file yang lain yang hampir sama. File ini dapat dibuka dengan notepad.

Proses Installasi Microsoft Windows XP melalui Bootable CD dengan asumsi harddisk sudah dipartisi dan diformat serta belum ada system operasi yang terinstall. Bahan yang diperlukan adalah Bootable CD master Windows XP Profesional dan CDROM drive. Formatnya adalah sebagai berikut:


Gambar. Bagan Instalasi Windows XP


Proses instalasi Windows XP Proffesional tidak bisa dijalankan under DOS, sehingga untuk proses instalasi harus menggunakan CD master Windows XP yang bootable agar dapat langsung menjalankan wizard instalasinya. Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan menginstall terlebih dulu versi windows yang dapat dijalankan under DOS seperti windows 98, setelah selesai kemudian jalankan proses instalasi windows XP melalui jendela windows explorer. Hal ini dapat dilakukan untuk menimpa windows 98 agar menjadi windows XP, syaratnya destinasi direktori harus sama yaitu c:\>windows.


  1. LANGKAH KERJA

    1. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan dalam praktikum.

    2. Memeriksa keadaan alat dalam keadaan baik.

    3. Menghidupkan computer dengan menekan tombol power.

    4. Menekan tombol Delete pada keyboard saat booting berlangsung.

    5. Memilih BIOS Feature SETUP menggunakan anak panah ke bawah pada keyboard, kemudian menekan enter.

    6. Memindahkan posisi Boot Sequence ke “CD ROM,C” yaitu booting awal dimulai dari floppy disk drive dengan menggunakan Page Down/Page UP pada keyboard

    7. Menekan ESC, kemudian memilih item Save & Exit Setup dan menekan tombol enter.

    8. Menekan Y dan komputer kembali melakukan booting.

    9. Memasukkan bootable CD Master Windows XP Profesional hingga muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.


Gambar Tampilan Microsoft Windows XP


    1. Mengklik tombol pilihan Setup XP Professional (MSDN-VLK).

k. Mengklik tombol Install Windows XP.



l. Memilih New Installation, kemudian mengklik tombol Next sehingga muncul kotak dialog License Agreement seperti gambar dibawah:

Gambar . License Agreement


  1. Memilih I accept to agreement, kemudian mengklik tombol Next


Gambar . Youer Product Key


  1. Mencantumkan serial nomor pada kotak isian kemudian mengklik tombol Next. k. Kliklah tombol Next.

  2. Melanjutkan sampai proses instalasi selesai dan komputer melakukan restarting.

  3. Setelah proses instalasi selesai maka akan terlihat ampilan Windows XP pada layar monitor sebagai berikut:


Gambar . Tampilan Windows XP


  1. KESIMPULAN

Proses Instalasi software dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu: pertama melalui Prompt DOS apabila belum terdapat system operasi dalam suatu komputer. Yang kedua adalah melalui Bootable CD apabila CD master program yang akan diinstal bersifat bootable (bisa digunakan untuk booting) sehingga bisa mengganti fungsi sistem operasi saat proses booting berlangsung. Yang terakhir adalah melalui Windows Explorer apabila sudah terdapat sistem operasi windows.

Proses instalasi Windows XP Proffesional tidak bisa dijalankan under DOS, sehingga untuk proses instalasi harus menggunakan CD master Windows XP yang bootable agar dapat langsung menjalankan wizard instalasinya. Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan menginstall terlebih dulu versi windows yang dapat dijalankan under DOS seperti windows 98, setelah selesai kemudian jalankan proses instalasi windows XP melalui jendela windows explorer.


laporan jarkom 4

Nama : RIA RESTI AFNI

NIM/BP : 80607/06

Prodi : Pend. Teknik Elektronika

Fakultas : Teknik Universitas Negeri Padang

MK : Praktek Instalasi dan Jaringan Komputer

Judul : BIOS dan Konfigurasi Sistem


A. Tujuan

Adapun tujuan dari dilaksanakannya praktikum ini agar mahasiswa dapat:

  1. Mengenal BIOS dalam setiap PC.

  2. Mengoperasikan BIOS untuk mengaktifkan dan menonaktifkan PC.


B. Alat dan Bahan

1. komputer PC

C. Teori Singkat

BIOS (Basic Input Output Sistem) digunakan untuk mengatur komponen PC secara software atau dengan kata lain disebut dengan istilah jumper less. Komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard).

Komponen-komponen yang dapat di set melalui BIOS, yaitu:

  1. Hard Disk dan CD-ROOM

BIOS hanya mangatur aktif tidaknya sebuah hard disk, dan juga menentukan berapa besar kapasitas sebuah hard disk baik secara manual maupun otomastis.

  1. Floppy Disk

Terletak dalam menu MAIN dan pada umumnya bernama legacy diskette A. Dalam opsi drive A dapat dipilih bermacam jenis type Disk Drive seperti 1.44 MB, 3.5-“ 720Kb, 3.5 “ – 2.88MB, 3.5” -360KB, 5.24”- 720kb, 5.25” dan none. Opsi “none” digunakan untuk menonaktifkan floppy disk.

  1. RAM

RAM hanya dapat diatur bagian clock latency-nya saja tetapi tidak semua RAM dapat diatur. Hanya RAM yang sering digunakan untuk overcloking yang dapat diset manual. Untuk mengubah nilai Clock latency dari RAM, disesuaikan dengan kemampuan RAM yang terpasang. Untuk lebih amannya sebaiknya gunakan pilihan secara otomatis selain lebih aman nilai yang diatur akan disesuaikan dengan nilai default RAM yang terpasang.

  1. Processor

Tidak semua prosesor dapat diatur, hanya prosesor tertentu saja yang dapat di set lewat BIOS. Untuk mengatur variabel-variabel dalam prosesor masuk ke dalam menu advanced, maka akan terlihat beberapa menu yang berhubungan dengan CPU, yaitu: CPU speed, CPU/PCI Frequency, dan CPU/Memory frequency ratio. CPU Speed merupakan kecepatan CPU yang dapat ditentukan secara Manual maupun otomatis. Untuk melakukan Overcloking dapat dilakukan seting pada bagian CPU/Memory frequency ratio. Pada bagian ini dapat di set jika CPU Speed dipilih manual. Tetapi perlu diingat sesuiakan dengan kemampuan prosesor karen jika tidak akan berakibat fatal.

  1. LAN OnBoard dan Sound OnBoard

Untuk kedua komponen ini sama dalam melakukan konfigurasi di dalam BIOS. Terletak dalam menu yang sama dan untuk mengaktifkan dengan memilih “enabled” pada masing-masing komponen. Sedangkan untuk menonaktifkan cukup dengan memilih “disabled”. Sedangkan untuk opsi auto digunakan untuk medeteksi secara otomatis, jika ada komponen yang terpasang maka akan automatis mengaktifkan komponen tersebut. Perlu diingat apabila ingin memasang komponen baru yang bukan onboard dan komponen tersebut sejenis dengan komponen yang onboard maka harus dinon-aktifkan komponen yang onboard tersebut terlebih dahulu. Karena jika tidak akan terjadi konflik IRQ atau I/O addres-nya.

  1. VGA OnBoard

Untuk mengatur komponen VGA onboard yang perlu diperhatikan adalah mengatur besar kecilnya shared memori. Shared memori adalah memori yang digunakan oleh VGA sebagai buffer dan diambilkan dari RAM. Besarnya nilai shared memori tegantung kemampuan VGA dan besarnya RAM yang terpasang. Besar kecilnya nilai memory yang diambil tergantung dari Jenis VGA Onboardnya dan besarnya kapasitas RAM yang terpasang.


D. Langkah Kerja

1. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan dalam praktikum.

2. Memastikan alat dalam kondisi baik.

3. Menghidupkan PC dengan menekan tombol power.

4. Menekan delete atau F2 atau Ctrl+Alt+Delete.

5. Setelah Tampilan pada layar menunjukkan Award BIOS Setup Utility settingan BIOS dilakukan dengan urutan sebagai Berikut :

1. Hard Disk dan CD-ROM

  1. Menentukan letak BIOS dalam menu MAIN kemudian dilanjutkan pada sub menu letak dari drive terpasang.

  2. Untuk mengatur hard disk atau CD ROM, masuk ke submenu letak hard disk atau CD ROM terpasang.

  3. Mengasumsikan bahwa hard disk terletak pada primary master.

  4. Mengatur “type” yang terdapat dalam menu pilihan

  5. Memilih type Auto pada menu, karena system akan medeteksi secara otomatis peralatan yang terpasang, sedangkan None digunakan untuk men-disable hard disk atau tidak ada peralatan yang terpasang.

Gambar 1. Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS


Gambar 2. Penentuan Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS


2. Floppy Disk

a. Menentukan letak floppy disk dalam menu pilihan.

b. Mengaturan floopy disk yang terletak dalam menu yang sama seperti hard disk dan CD_ROM.

c. Memilih jenis type Disk Drive dalam opsi drive A, seperti 1.44 MB, 3.5-“ 720Kb, 3.5 “ – 2.88MB, 3.5” -360KB, 5.24”- 720kb, 5.25” dan none.


.

Gambar 3. Floppy Disk pada BIOS


3. RAM

a. Memilih “User Define” untuk mensetting masuk ke menu advanced Chip Configuration secara manual.

b. Mengubah nilai Clock latency dari RAM sesuai dengan kemampuan RAM yang terpasang.


Gambar 4. Pengaturan RAM pada BIOS


4. Prosesor

a. Mengatur variabel-variabel dalam prosesor pada menu advanced.

b. melakukan Overcloking pada bagian CPU/Memory frequency ratio.

Gambar 5. Pengaturan Prosesor pada BIOS


5. LAN Onboard dan Sound onboard

a. Memilih menu advance chip configuration.

b. Memilih menu MCP MAC Controller untuk LAN dan Sound Onboard dengan menu MCP Audio Controller.

c. Memilih enabled atau auto untuk mengaktifkan komponen tersebut.


Gambar 6. Pengaturan LAN dan Sound onboard pada BIOS


6. VGA Onboard

a. Memilih menu advanced chip configuration kemudian memilih “VGA Shared Memory Size”.

b. Dalam VGA yang sangat penting adalah Primary VGA BIOS. Opsi ini terletak dalam menu Advanced PCI Configuration, digunakan untuk memilih urutan deteksi dari VGA yang terpasang dalam sistem.


Gambar 7. Pengaturan VGA Onboard pada BIOS


Gambar 8. Penentuan Jenis VGA lewat BIOS


  1. Mematikan PC dengan mengklik tombol trun off.

  2. Merapikan tempat praktikum.


E. Kesimpulan

BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara software. Komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard).

Komponen-komponen yang dapat diset pada BIOS yaitu: Hard Disk dan CD ROOm, Floppy Disk, RAM, Prosessor, LAN Onboard dan Sound Onboard, serta VGA Onboard.


F. Daftar Pustaka










































laporan jarkom3

Nama :RIA RESTI AFNI

NIM/BP : 80607/06

Prodi : Pend. Teknik Elektronika UNP

Mata Kuliah : Praktek Jaringan Komputer

Topik : Koneksi Jaringan

Judul : Konfigurasi LAN


  1. TUJUAN

Setelah melaksanakan praktikum ini mahasiswa dapat:

  1. Mengetahui peralatan-peralatan yang digunakan untuk membangun jaringan komputer.

  2. Melakukan konfigurasi jaringan secara hardware dan software untuk jaringan lokal area network.


  1. ALAT DAN BAHAN

Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah:

  1. Komputer pribadi (PC) dengan NOS (Network Operating System)

  2. Kabel UTP (yang telah terpasang pada konektor RG-45) Straight dan Cross

  3. NIC (Network Interface Card)

  4. Toolset

  5. HUB/swicth


  1. TEORI SINGKAT

Network Interface Card (NIC) adalah peralatan yang digunakan oleh setiap PC yang akan dihubungkan kejaringan komputer untuk membentuk berbagai macam topologi. Masing-masing NIC haruslah cocok dan sesuai dengan jenis media yang digunakan , seperti untuk kabel coax, twisted pair, atau fiber-optic. Agar dapat digunakan, semua NIC harus memiliki device driver untuk setiap sistem operasi. Divice driver ini dapat diperoleh dari pembuata operating sistem maupun dari pembuat NIC itu sendiri.

Perangkat lunak yang digunakan untuk menghubungkan masing-masing komputer digunakan Sistem Operasi (OS). Secara garis besar Sistem Operasi terdiri dari dua tipe, yaitu OS yang digunakan sebagai desktop (standalone) dan OS yang digunakan untuk kepentingan jaringan. Sistem operasi yang digunakan untuk desktop beberapa diantaranya adalah Windows 95, Win 98, ME, XP, Vista, MacOS, dan Apple. Sedangkan sistem operasi jaringan adalah UNIX dan variannya, Linux dan variannya, Windows NT dan variannya.

Sistem operasi jaringan dibedakan lagi manjadi dua berdasarkan tipe jaringannya, yaitu:

  • Jaringan Client-Server

Disebut juga dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

  • Jaringan Peer To Peer

Diistilahkan sebagai Non-Dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

Protokol

Format komunikasi sehingga antara satu komputer dengan komputer yang lain dapat berkomunikasi dengan benar maka dibutuhkan suatu standar aturan yang dikenal dengan Protokol. Macam-macam protokol jaringan yaitu:

  1. Net Beui

Merupakan protokol yang banyak digunakan dalam jaringan lokal berbasis SO windows. Protokol ini sangat baik dan cepat untuk bersharing data, namun protokol ini tidak dapat dirouting sehungga jarang digunakan untuk jaringan.

  1. IPx & SPx (Internetwork Paket Exchange/Sequen Paket Exchange)

Hampir sama dengan Net Beui hanya saja protokol ini dapat dirouting sehingga memungkinkan terjadinya MAN.

  1. Protokol yang dikembangkan oleh OSI/ISO

Merupakan standar referensi acuan di dalam pengembangan protokol dan sudah digunakan oleh beberapa institusi.

  1. TCP/IP (Transmition Control Protocol/Internet Protocol)

Adalah protokol yang digunakan dijaringan global karena memiliki sistem pengalamatan yang baik dan memiliki sistem pengecekkan data. Saat ini terdapat 2 versi TCP/IP yang berbeda dalam sistem penomoran , yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit).

Agar masing-masing komputer dapat saling berkomunikasi dibutuhkan IP address, dimana tiap komputer dihubungkan melalui media transmisi pengkabelan seperti UTP, Koaksial, atau fiber optik. IP address adalah sekelompok bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian yang masing-masing bagian itu terdiri dari 8 bit, angka pada masing-masing bit tersebut adalah angka 1 dan 0.

IP address merupakan pasangan Network ID dan Host ID. Network ID menjelaskan alamat jaringan tersebut sedangkan Host ID merupakan alamat host/komputer dalam jaringan tersebut. IP address dibagi manjadi 3 kelas, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. IP address kelas A digunakan untuk jaringan yang cukup besar, kelas B digunakan untuk jaringan dengan ukuran yang sedang sedangkan kelas C digunakan untuk jaringan yang kecil misalnya LAN.

Kelas

Network ID

Host ID

Default Subnet Mask

A

Axxx.0.0.1

xxx.255.255.254

255.0.0.0

B

xxx.xxx.0.1

xxx.xxx.255.254

255.255.0.0

C

xxx.xxx.xxx.1

xxx.xxx.xxx.254

255.255.255.0

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan Host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.


  1. LANGKAH KERJA

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum.

  2. Memeriksa keadaan computer apakah dalam keadaan baik dan memeriksa slot PCIyang akan digunakan untuk memasang NIC PCI.

  3. Memasang Ethernet card dan memastikan driver ethernet card terinstal dengan benar

  4. Menghubungkan ethernet card dengan kabel UTP.

  5. Menguhungkan kabel cross pada komputer yang lainnya.

  6. Mengatur konfigurasi IP komputer dalam kelas C dan memastikan komputer yang lain IPnya berbeda satu dengan yang lain.

  7. Menjalankan program Ping untuk melihat konektivitas antara komputer jaringan dan koneksi komputer yang satu dengan komputer yang lainnya.

  8. Menggunakan kabel straight yang dihubungkan ke komputer dengan swicth-Hub.

  9. Membuat beberapa kelompok yang menggunakan network ID berbeda.

  10. Melakukan sharing folder kesesama teman kelompok.

  11. Mematikan komputer dan merapikan peralatan yang digunakan.

  1. EVALUASI

  1. Apa yang terjadi jika komputer anda dan teman sejaringan anda tidak mau di Ping (ping tidak merespon) dan jelaskan cara penanganannya!

Jawab:

Jika komputer dalam satu jaringan tidak mau di Ping maka konektivitas antara komputer yang satu dengan komputer yang lainnya dalam satu jaringan tidak akan bisa terjadi. Jadi sebaiknya sebelum melakukan konektivitas dengan komputer yang lainnya periksalah terlebih dahulu IP address dan network address yang akan digunakan. Untuk itu, IP address harus berbeda sedangkan net Idnya haruslah sama.

  1. Pada langkah 9 dan seterusnya, coba anda lakukan Ping ke alamat komputer di luar anggota jaringan anda, apa yang terjadi dan jelaskan!

Jawab:

Bila ping dilakukan pada komputer diluar jaringan, maka sharing data tidak akan dapat dilakukan karena tidak berada dalam jaringan yang sama net Idnya.


  1. KESIMPULAN

Agar masing-masing komputer dapat saling berkomunikasi dibutuhkan IP address, dimana tiap komputer dihubungkan melalui media transmisi pengkabelan seperti UTP, Koaksial, atau fiber optik. IP address merupakan pasangan Network ID dan Host ID. Network ID menjelaskan alamat jaringan tersebut sedangkan Host ID merupakan alamat host/komputer dalam jaringan tersebut.

Untuk itu bila kita ingin melakukan transfer data dengan komputer lainnya, IP addresss yang kita gunakan haruslah berbeda dengan IP address pada komputer lain yang berada dalam satu jaringan sedangkan untuk net Idnya haruslah sama dengan komputer yang berada dalam satu jaringan komputer.


  1. REFERENSI

Neibauer,Alan. 2000. Membuat Jaringan Komputer untuk Perusahaan Kecil (edisi translet: Small Business Solution for network). Elex Media: Jakarta.

Stallings, William. 2001. Komunikasi Data dan Komputer Jaringan Komputer. Elex Media: Jakarta.

Team Wahana Komputer Semarang. 2001. Buku Pintar: Penanganan Jaringan Komputer. Andi: Jogyakarta.






laporan jarkom 2


Nama : RIA RESTI AFNI

Mata kuliah : Jaringan Komputer

NIM : 80607/06

Topic : Pengantar Jaringan

Prodi : Pend. Teknik Elektronika

Judul : Memasang Kabel Jaringan


  1. TUJUAN

Setelah praktikum ini berakhir, diharapkan mehasiswa dapat:

        1. mengetahui dan menjelaskan mengenai apa saja bahan yang digunakan sebagai media implementasi jaringan.

        2. mengetahui dan dapat memasang konektor jaringan computer dari berbagai jenis konektor.


  1. ALAT DAN BAHAN

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikun ini adalah:

        1. tang klem untuk RJ-45

        2. kabel tester untuk RJ-45

        3. toolset

        4. kabel UTP

        5. konektor RJ-45


  1. TEORI PENDUKUNG

Pada dasarnya jaringan computer adalah jaringan kabel yaitu dihubungkannya kabel yang satu dengan kabel yang lainnya dalam suatu system computer yang mana masing-masing jenis kabel tersebut memiliki kemampuan dan spesifikasi yang berbeda.

Dua jenis tipe kabel yang banyak digunakan yaitu:

        1. Twisted Pair

          • UTP

          • STP

        2. Coaxial

          • Think coaxial

          • Thick coaxial

Untuk menghubungkan antara satu computer dengan computer lainnya dapat dihubungkan secara straight kabel dan secara cross kabel. Jika menghubungkan secara straight kabel, maka membutuhkan interface hub/switch sedangkan secara cross kabel tidak memerlukan hub/switch (untuk PC ke PC).

Setiap PC dihubungkan ke jaringan Ethernet dengan perantaraan Network Interface Card (NIC) yang cocok untuk digunakan dengan kabel coax, twisted pair, atau fiber optic. Agar dapat digunakan, semua NIC harus memiliki device driver untuk setiap system operasi. Device driver ini dapat diperoleh dari pembuat operating system maupun dari pembuat NIC itu sendiri.


  1. LANGKAH KERJA

        1. menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum.

        2. memotong kabel sesuai panjang yang diperlukan (kira-kira 2 cm) dengan cara membuang/mengupas bagian pelindung luar kabel, kemudian membersihkan dan merapikan kedua ujung kabel.

        3. menyusun warna kabel untuk pemasangan secara straight kabel sesuai dengan susunan warna pada table berikut:

Tabel 1. Susunan kabel warna untuk keperluan Straight kabel

Putih orange

1

Putih orange

Orange

2

Orange

Putih hijau

3

Putih hijau

Biru

4

Biru

Putih biru

5

Putih biru

Hijau

6

Hijau

Putih coklat

7

Putih coklat

coklat

8

Coklat


Table 2. Susunan kabel warna untuk keperluan Cross kabel

Putih orange

1

Putih hijau

Orange

2

Hijau

Putih hijau

3

Putih orange

Biru

4

Biru

Putih biru

5

Putih biru

Hijau

6

Orange

Putih coklat

7

Putih coklat

coklat

8

Coklat


        1. mengurutkan pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan gambar dibawah ini.

        2. mengklem/menjepit konektor dengan menggunakan tang klem hingga terminal-terminal kabel benar-benar terjepit dengan kuat.

        3. memasang kedua ujung kabel dengan konektor dan melakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.

        4. mengulangi langkah 2 s/d 7 untuk pemasangan secara cross kabel.

        5. meletakkan kembali peralatan pada tempatnya dan merapikan ruang praktikum.


  1. EVALUASI

        1. jelaskan pebedaan kabel UTP dan STP?

Jawab:

Perbedaan antara kabel UTP dan STP yaitu pada kabel STP dilindungi oleh shielded yang mampu mengirimkan bitrate yang lebih tinggi sedangkan pada kabel UTP tidak dilengkapi dengan shielded. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum digunakan dalam jaringan local (LAN) karena harganya yang rendah, fleksibel, dan kinerja yang ditunjukkannya relative bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tetapi insulasi ini tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik.


        1. kenapa pada kabel UTP/STP kabel berjumlah 8 sedangkan yang dipassang/yang digunakan (seperti pada gambar 5) hanya sebanyak 4 terminal?

Jawab:

Hal ini dikarenakan pada salah satu ujung kabel UTP digunakan sebagai penerima dan bagian ujung lainnya digunakan sebagai pemancar.


  1. KESIMPULAN

Jaringan computer pada dasarnya adalah jaringan kabel yaitu dihubungkannya kabel yang satu dengan kabel yang lainnya dalam suatu system computer. Untuk menghubungkan antara satu computer dengan computer lainnya dapat dihubungkan secara straight kabel dan secara cross kabel. Adpaun jenis kabel yang banyak digunakan adalah Twisted pair dan Coaxial.

  1. REFERENSI

Stallings, William. 2001. Komunikasi Data dan Komputer Jaringan Komputer. Elex Media: Jakarta.

Team Wahana Komputer Semarang. 2001. Buku Pintar: Penanganan Jaringan Komputer. Andi: Jogyakarta.